Posts

Showing posts from March, 2025

Tulisan 40 Menit Di Malam Senin

          Tepat pukul 12.34 malam aku membuka layar laptop ini. Entahlah, aku akhir-akhir ini merasa pola tidurku semakin berantakan. Awalnya memang aku biasa tidur jam 10 malam atau paling mentok jam 11 malam aku sudah tidur mode otomatis alias ngantuk dengan sendirinya. Tapi, sekarang bahkan aku jam 12.37 malam masih mengetik tulisan ini dengan lancarnya tanpa ada rasa kantuk yang menghampiriku .           Bicara soal jam tidur, aku ingat betul dulu waktu semester 1 dan 2 kuliah aku tidur jam 9 malam tepat , paling malam bahkan jam 10. Di dalam benakku, terbesit impian untuk memiliki kebiasaan seperti itu lagi. Rasanya hari-hariku berjalan sangat produktif. Tidur awal tidak hanya berdampak saat bangun tidurnya saja yang terasa lebih segar, tapi berdampak juga pada schedule dan mood tubuh untuk bisa disiplin dalam melakukan segala aktivitas .           Saat ini bulan Ramadhan, sudah semestin...

Cinta Lama Meninggalkannya

               Ini bukan kisah romansa antara kedua insan. Tapi ini berkaitan dengan cerita cinta sang penulis dengan impiannya. Katakanlah ia dulu pernah mencintai dengan amat sangat kepada satu universitas ini. Ia sebut sebagai cinta lama. Kan kuceritakan terlebih dahulu bagaimana ia bisa mencintainya begitu besarnya. Cinta lama adalah salah satu universitas terbaik di negeri .                 Awal mulanya ketika dulu waktu umur 7 tahun ia mengunjungi universitas itu karena ikut tantenya yang akan melanjutkan S2 di universitas tersebut. Sangat menyenangkan rasanya saat ia menceritakannya padaku tentang kisah cinta pandangan pertamanya dengan universitas itu. Aku yang mendengarkan ceritanya dengan saksama pun membayangkan dan turut hadir dalam momennya. Aku berteman baik dengan penulis sejak kecil hingga sekarang, aku harap aku akan tetap menjadi temannya yang selalu menjadi tempat kelu...

Sebuah Cerita Dalam Kereta

Halo, pembaca setiaku.. Kalau kalian baca ini artinya aku sedang menulis sebuah cerita di dalam kereta. Aku adalah seorang mahasiswa yang sedang merantau - dan kereta api menjadi salah satu saksi perjuanganku menjadi anak rantau. Jika kalian baru merantau saat kuliah, maknanya kalian memiliki satu kesamaan denganku. Yap! Sejak aku kecil hingga remaja tidak jauh-jauh dari rumah, hanya 3 km. Itupun aku sekolah di sekolah yang sama mulai Taman Kanak-kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Ini bukan kali pertamanya aku menaiki kereta. Sedari kecil aku suka sekali naik kereta bahkan aku bisa menobatkan bahwa kereta api adalah kendaraan umum paling menyenangkan yang pernah ada. Agak berlebihan? Aku rasa tidak. Mengapa begitu? Karena di dalam kereta kita bisa lihat pemandangan hijau-hijauan seperti persawahan, pemukiman warga, juga gedung-gedung menjulang tinggi.  Di kereta juga aku merasakan adanya rasa kesederhanaan yang dimiliki oleh para penumpang, termasuk aku. Dan itu ya...

Apakah Salah?

Apakah ini salahku? Aku yang seolah-olah tak pernah membantunya. Seolah-olah, ia yang paling merasa terbebani. Aku sekarang berusaha untuk tidak berdebat panjang. Karena aku tau. Aku tau itu semua akan sia-sia. Dan ujung-ujungnya aku yang salah. Aku rasa. Aku tidak sepenuhnya salah akan hal ini Bukan aku yang sepatutnya disalahkan. Namun, kenapa seolah-olah aku yang paling salah. Sedangkan yang seharusnya menanggung salah, Malah sedang berleha-leha tanpa tau apa yang terjadi. Sebenarnya apa yang terjadi? Aku hanya mengajak diskusi baik-baik. Aku menginginkan solusi. Bukan emosi. Apakah ucapanku yang menyinggungnya? Kurasa, tidak. Kurang lembutkah nada bicaraku? Kurasa, juga tidak. Apakah ini yang disebut sebagai takdir terbaik? Terkadang, aku pernah meragukan. Meragukan apa yang ia panjatkan. Ia meminta takdir terbaik dalam hidupnya. Namun, apakah betul ini makna terbaik? Saat ini aku hanya bisa berserah. Tuhanlah yang paling tau. T...