Sebuah Cerita Dalam Kereta
Halo, pembaca setiaku.. Kalau kalian baca ini artinya aku sedang menulis sebuah cerita di dalam kereta. Aku adalah seorang mahasiswa yang sedang merantau - dan kereta api menjadi salah satu saksi perjuanganku menjadi anak rantau. Jika kalian baru merantau saat kuliah, maknanya kalian memiliki satu kesamaan denganku. Yap! Sejak aku kecil hingga remaja tidak jauh-jauh dari rumah, hanya 3 km. Itupun aku sekolah di sekolah yang sama mulai Taman Kanak-kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).
Ini bukan kali pertamanya aku menaiki kereta. Sedari kecil aku suka sekali naik kereta bahkan aku bisa menobatkan bahwa kereta api adalah kendaraan umum paling menyenangkan yang pernah ada. Agak berlebihan? Aku rasa tidak. Mengapa begitu? Karena di dalam kereta kita bisa lihat pemandangan hijau-hijauan seperti persawahan, pemukiman warga, juga gedung-gedung menjulang tinggi.
Di kereta juga aku merasakan adanya rasa kesederhanaan yang dimiliki oleh para penumpang, termasuk aku. Dan itu yang membuatku merasa nyaman. Aku bisa lebih bebas melakukan hal yang aku suka, namun tetap dalam koridor peraturan yang telah ditetapkan tentunya. Juga aku tidak merasakan pusing ataupun mual ketika di kereta, tidak seperti saat kita menaiki mobil ataupun bus.
Berbincang soal kenyamanan, mengapa aku tidak mengatakan bahwa pesawat
saja yang menjadi favoritku? Karena ada beberapa hal sudah aku sebutkan di atas
yang dapat kita lakukan di kereta tetapi tidak di pesawat. Alasan ini dari
perspektifku atau pandanganku saja ketika aku menaiki kendaraan-kendaraan tadi.
Hari ini cuaca sedikit mendung, agaknya langit Jogja sedih jika aku meninggalkan kotanya. Namun, sebenarnya dalam hatiku sangat senang karena jika aku meninggalkan Jogja itu artinya aku akan Kembali pulang ke rumahku. Setiap aku menaiki kereta semenjak menjadi anak rantau ini mood-ku untuk melakukan suatu hal berubah-ubah. Terkadang aku menginginkan untuk membaca buku novel ataupun hanya sekedar mendengarkan lagu sambil menyelami imajinasiku terhadap sepanjang pemandangan dari jendela besar nan bersih persis di samping tempat aku duduk.
Ini kali pertamanya aku menulis di dalam kereta.
Aku sudah membayangkannya dari dua hari sebelum hari keberangkatanku. Sepertinya
akan sangat menyenangkan jika aku mencoba untuk menulis di dalam kereta, begitulah
yang kupikirkan. Nyatanya, ya. Ini sangat menyenangkan. Aku merasa jika aku
menulis aku bisa membuat otakku berfungsi sebagaimana mestinya, pasti untuk
berpikir. Daripada hanya mendengarkan lagu-lagu yang ada di dalam daftar putar
yang selalu kuputar kapanpun aku inginkan.
Comments
Post a Comment