Apakah Salah?
Apakah ini salahku?
Aku yang seolah-olah tak pernah membantunya.
Seolah-olah, ia yang paling merasa terbebani.
Aku sekarang berusaha untuk tidak berdebat panjang.
Karena aku tau.
Aku tau itu semua akan sia-sia.
Dan ujung-ujungnya aku yang salah.
Aku rasa.
Aku tidak sepenuhnya
salah akan hal ini
Bukan aku yang
sepatutnya disalahkan.
Namun, kenapa
seolah-olah aku yang paling salah.
Sedangkan yang
seharusnya menanggung salah,
Malah sedang
berleha-leha tanpa tau apa yang terjadi.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Aku hanya mengajak diskusi baik-baik.
Aku menginginkan solusi.
Bukan emosi.
Apakah ucapanku yang menyinggungnya?
Kurasa, tidak.
Kurang lembutkah nada bicaraku?
Kurasa, juga tidak.
Apakah ini yang disebut
sebagai takdir terbaik?
Terkadang, aku pernah
meragukan.
Meragukan apa yang ia
panjatkan.
Ia meminta takdir
terbaik dalam hidupnya.
Namun, apakah betul ini
makna terbaik?
Saat ini aku
hanya bisa berserah.
Tuhanlah yang paling tau.
Tau akan jalan hidupku yang terindah.
Comments
Post a Comment