Sebuah rasa kagum, akankah menjadi selamanya?

Aneh, tapi benar adanya. Mengagumi seseorang karena karakternya terasa lebih nyata. Dia memang bukan tipe idealku jika dilihat dari appearance atau perawakannya. Namun, karakternya yang membuatku jatuh hati padanya. 

Konon, aku mengatakan pada diriku kalau aku menyukai laki-laki yang clingy dan talkative. Nyatanya, lagi dan lagi akhirnya aku terpikat oleh laki-laki bersikap dingin dan irit kata itu. Sangat bertolak belakang antara apa yang kukatakan pada diriku dan juga apa kata hati. Entah, apakah Allah sengaja membolak-balikkan hatiku? Atau ternyata diam-diam selama ini namaku yang disebut dalam setiap do'anya? Menginginkan kehidupan berkeluarga yang penuh sakinah, mawadah, dan rahmah adalah impian dari setiap orang. Sebelum berkeluarga, tentunya akan ada kisah asmara antara kedua insan, yaitu Ar-Rijaal wan Nisaa'. 

Saat ini, kita berupaya dengan maksimal untuk menjaga diri dari hal-hal yang mendekati zina. Walaupun, sebelumnya mungkin kita pernah mengalami masa kelam yang terus dihantui dengan dosa dalam keadaan sadar terus menerus melakukannya. Hingga akhirnya, Allah masih membukakan pintu taubat bagi hamba yang mau keluar dari maksiat tersebut. Sampai sini, para pembaca setiaku paham kan konteks apa yang sedang aku bicarakan di atas? 

Justru dengan sikap dingin dan cueknya, aku bisa lebih terjaga untuk tidak melakukan hal-hal yang di luar batas hubungan selayaknya laki-laki dan perempuan yang belum mahramnya. Aku menyatakan dengan kata "belum" karena tidak ada yang tau jika memang nantinya akan jadi mahram? Membayangkannya saja sudah sangat bahagia, ya? 

Ada yang membuatku penasaran, kalaupun memang seorang perempuan yang sedang kagum dengan seorang laki-laki ini adalah perasaan yang hanya singgah lalu akan pergi nantinya, lantas mengapa perasaan ini harus hadir saat ini juga? Mengapa tidak nanti ketika memang sudah saatnya di waktu yang tepat? 

Aku seringkali mendengar ataupun membaca kisah asmara yang begitu romantisnya, tentunya berdasarkan kisah nyata. Akankah aku memiliki kisah seindah itu? Akankah ternyata dia yang aku kagumi saat ini ternyata telah lama mengagumiku lebih dulu? Kalau memang benar, lalu.. Mengapa bisa begitu? Dan sejak kapan perasaan kagum itu mulai muncul?

Itu jika memang dia yang kukagumi juga mengagumiku. Jika, ceritanya bertolak belakang? Ternyata hanya perempuan itu saja yang mengagumi sosok laki-laki tersebut. Alias bertepuk sebelah tangan. Pasti akan sangat sakit, terlebih lagi jika sikap dinginnya memang untuk semua orang termasuk perempuan tersebut. Sikap dinginnya untuk menjaga perasaan perempuan lain yang sedang diincar. Namun, rasa-rasanya seperti bukan betul-betul dia jika memang faktanya seperti itu.

Belum, aku memang belum mengenal dia sepenuhnya. Yang aku tau mungkin hanya kurang dari 50% sifat aslinya. Dari segi tanggung jawab, leadership, dan bijaknya sudah sangat masuk kriteria. Dan yang terpenting he has no temperamental trait. Aku sangat menghindari sifat laki-laki pemarah.  

Lagi dan lagi, dia bukan tipe orang yang temperamen. Dan itu lagi yang membuatku makin kagum dengannya. 

Plot yang ketiga, dia memang mungkin awalnya belum ada rasa padaku. Tapi, sekarang kemungkinan iya.  Bagaimana jika 2 atau 3 tahun lagi dia menyapaku kembali setelah lama tidak berkomunikasi, lalu menanyakan alamat rumahku, dan datang ke rumahku untuk meminta izin kepada orang tuaku? Aaaargh entahlah apa yang kupikirkan ini. 

Aku tau apa yang harus aku lakukan sekarang. Menjalaninya. Menikmati hari-hari seperti biasa. Karena jika aku meminta hati dan pikiranku untuk melupakannya, justru itu yang akan membuatku terus mengingatnya. Aku biarkan perasaan ini mengalir terlebih dahulu, sambil memberikan semangat dalam hari-hariku. Bukankah itu menjadi hal yang positif? Yang mana dia menjadi moodbooster kamu? Yups, say that again. 

I wanna him notice that he has his an adorable secret admirer here, ya it's me! And I hope that the one who will fall in love harder is he. The one that become my future husband.

Comments

  1. I've no feelings anymore with this guy 🙏🏻
    Thank u for the feelings at that time. I was so glad that it brought positivity to me 😊

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Versi Terbaik?

Uncertainty Decisions - Theory of Deeper Root