Hidden Love Effects --

Halloo, pembaca setiaku!
    Gimana nih kabarnya? Hopefully, you guys in a couldn't be better condition yassh. Aku lagi pengen berbagi kesenangan buat kalian semua. Ternyata efek positive vibes yang kita dapatkan dari suatu film itu benar-benar berpengaruh yaa. Aku tadi abis nonton Hidden Love drama China yang dulu sempet booming. Duan Jiaxu bener-bener secakep itu yaa?! Ditambah interaksi antara Jiaxu sama Sang Zhi gemes banget. Apa kalian pernah merasakan kayak kita tau itu dari film, tapi gemesnya sampe nembus layar? Dan seolah-olah kita membayangkan bagaimana rasanya jadi Sang Zhi. Pasti seneng banget! Pernah, aku pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi Sang Zhi. Tapi kebahagiaan itu hanyalah semu. 

    Aku menginginkan kebahagiaan seperti itu ada selamanya, seumur hidupku. Aku percaya bahwa cinta sejati itu pasti ada. Cukup menjadi diri sendiri dengan menciptakan beberapa kriteria yang sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan inginkan kelak. Ingat, girls! We deserve to be loved and loving as much as our future spouse can give to us. So, gak perlu kita turunkan standar tipe kita, girls! Just keep improving our capabilities, be better in each time, and I believe that someday we'll get our dream spouses. 
    
  Aku pernah menemukan seseorang seperti Duan Jiaxu, dari mulai parasnya, soft spoken-nya, pengetahuannya. Tapi, dia tidak layak untukku. Kenapa gitu? Karena aku bukan Sang Zhi nya. Hahaha drama banget ya? Kuakui iya. Kadang aku membayangkan, apa dia juga merasakan apa yang aku rasakan? Cukup dia merasakan seperti itu, cukup aku merasakan kebahagiaan. Tidak, kita tidak harus memiliki hubungan spesial untuk saat ini. Karena aku belajar dari pengalamanku 3 tahun lalu, bahwa rasa cinta adalah rasa yang suci, sangking sucinya aku tidak ingin menodai rasa itu. Do you what I mean, guys? Aku cerita seperti ini bukan berarti sok suci. No, itu karena aku mengambil pelajaran atas apa yang pernah aku alami dalam hidupku. Dan itulah pilihan hidupku, yaitu dengan menjaga kesucian rasa cinta itu sendiri. 
    
    Untuk saat ini aku hanya bisa membayangkan, akankah lagu "ini.. gambaran kita suatu hari nanti" itu akan terkabul dengan orang itu? Atau dengan orang lain yang mana aku tetap percaya jika Allah telah menetapkan jodoh terbaik untukku, meskipun itu bukan dia. Selama aku jadi mahasiswa, aku belum pernah merasakan suka sampai sedalam itu dengan seseorang. Baru dia yang bisa membuatku seperti itu dan aku pun juga tidak pernah hancur sehancur itu karena perasaanku dengan seseorang. Cinta dan benci jadi satu dalam dirinya. Tidak, aku tidak insecure tentang kualitas diriku dengannya. Aku merasa bahwa kriteria paras yang tampan, soft spoken, pengetahuan yang luas tidak cukup untuk bisa mendefinisikan arti cinta sejati sepenuhnya. 
    
    Kalian menduga-duga, sebenarnya siapa orangnya? Tidak perlu mencari tau, karena kalian pun belum tentu kenal dengan orang itu. Terkadang aku merasa, apakah ada seseorang yang aku suka ternyata diam-diam dia juga menyukaiku lebih dalam? Atau hal seperti itu hanya ada di drama saja? Huft... Ingin rasanya aku memakai alat Doraemon untuk bisa mengetahui isi hati orang itu tentang apa yang sebenarnya orang itu pikirkan setiap bertemu denganku? 
    
    Apakah kalian setelah membaca tulisanku sejauh ini, berpikir tentang "Na, apa alasanmu untuk publish tulisan yang meceritakan tentang pengalaman sukamu dengan seseorang ini? Tidakkah ini seharusnya menjadi rahasiamu saja?". Hmm.. Aku publish ceritaku tentunya atas kesadaran diriku, aku tetap pilah pilih mana yang boleh dibaca oleh pembaca setiaku, mana yang hanya untuk konsumsiku sendiri. Aku bercerita seperti ini, karena ingin sharing ke kalian tentang sebagian cerita hidupku, terutama untuk bab ini tentang bab percintaan. 
    
    Wah, ternyata dari satu film saja efeknya bisa membuatku menulis sebanyak 577 kata. Sepertinya ini tulisanku yang paling panjang. Hahaha... Hopefully, you guys don't feel any bored for my whole story. Hence, I think it's enough for this story. Be nice as nice as your day, fellas! See ya!
    

Comments

Popular posts from this blog

Sebuah rasa kagum, akankah menjadi selamanya?

Versi Terbaik?

Uncertainty Decisions - Theory of Deeper Root